Jumat, 11 Mei 2018

HYPERHIDROSIS, ANXIETY, DRUGS.

    Keringat bikin gawat !!! Orang mengira orang berkeringat itu lemah,  mudah gugup, selalu cemas. Tapi mereka belum tau apa yang disebut hyperhidrosis.  Keadaan dimana seseorang mengeluarkan keringat secara berlebih, biasanya si bagian telapak tangan,  wajah,  ketiak dan mungkin seluruh tubuh.  Sekilas tentang hyperhidrosis bagaimana cara mengatasinya?.  Nah itu dia masalahnya.  Sudah saya cba semua cara mulai jangan panik,  pakai pakaian longgar,  dan lain lain. Ionthoporesis juga bisa utk mengeringkan telapak tangan tapi belum saya coba karena HH saya di wajah dan seluruh tubuh. 

    Anxiety atau kecemasan juga bisa mempengaruhi HH saya. Disaat kita cemas, gugup atau merasa tertekan keringat bisa langsung mengalir keluar. Sudah saya coba untuk tenangkan pikiran agar jangan panik/gugup juga belum bisa menghentikan keringat yang mengalir tersebut. Suhu udara juga mempengaruhi keluarnya keringat. Apabila suhu udara naik sedikit atau pengap,langsung keringat bercucuran. Dan itu terjadi secara spontan tanpa ada gejala apapun. Tiba tiba tubuh langusng mengeluarkan keringat. 

Hyperhidrosis sendiri terbagi menjadi 2 yaitu hyperhidrosis primer dan sekunder.
  • hyperhidrosis primer : tidak diketahui penyebabnya biasanya karena keturunan dan tidak bisa sembuh total
  • hyperhidrosis sekunder : disebabkan oleh penyakit tertentu. Bisa disembuhkan dengan cara menyebuhkan penyebab penyakitnya.
Faktor faktor yang mempengaruhi HH:
  • keturunan dan faktor psikis sang penderita.
  • gaya hidup dan pola makan 
  • obesitas
  • penyakit tertentu





Narkotika & Psikotropika



Narkotika
Menurut UU No.22 tahun 1997, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkotika digolongkan menjadi 3 golongan :
Golongan I
  1. Hanya digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan
  2. Tidak digunakan dalam terapi
  3. Potensi ketergantungan sangat tinggi
  4. Contoh : Heroin (putauw), kokain, ganja
Golongan II
  1. Untuk pengobatan pilihan terakhir
  2. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
  3. Potensi ketergantungan sangat tinggi
  4. Contoh : fentanil, petidin, morfin
Golongan III
  1. Digunakan dalam terapi
  2. Potensi ketergantungan ringan
  3. Contoh : kodein, difenoksilat



Psikotropika
Menurut UU No.5 Tahun 1997, psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah atau sintesis bukan narkotika yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan aktivitas mental dan perilaku.

Psikotropika digolongkan menjadi 4 golongan :
Golongan I
  1. Hanya untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan
  2. Tidak digunakan dalam terapi
  3. Potensi sindrom ketergantungan amat kuat
  4. Contoh : LSD, MDMA/ekstasi
Golongan II
  1. Untuk pengobatan
  2. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
  3. Potensi sindrom ketergantungan kuat
  4. Contoh : metamfetamin (shabu), sekobarbital
Golongan III
  1. Untuk pengobatan atau terapi
  2. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
  3. Potensi sindrom ketergantungan sedang
  4. Contoh : amobarbital, pentazosine
Golongan IV
  1. Untuk pengobatan atau terapi
  2. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
  3. Potensi sindrom ketergantungan ringan
  4. Contoh : diazepam, halozepam, triazolam, klordiazepoksida

MAKALAH “KH. ABDURAHMAN WAHID”

  MAKALAH  “KH. ABDURAHMAN WAHID” Dibuat Untuk Melengkapi Tugas mata kuliah ke-NUan   Disusun Oleh : Adha Anugrah Ibrahim (19/FAM/155)...